Beranda > babble > Kontra

Kontra


Setiap keindahan menuntut kerusakan. Setiap bunga mekar, maka setiap itu pula daun-daun harus berguguran. Setiap musim panen, maka musim kemarau dan kekeringan pastinya mengiringi, karena indah ada setelah kerusakan, tanpa kerusakan maka keindahan tidak bernilai.

Selalu ada kontradiktif dalam setiap hal di kehidupan ini. Indah dengan rusak, panjang dengan pendek, kaya dengan miskin dan cerdas dengan bodoh.

Kesempurnaankah yang akhirnya menjadi ujung dari semua yang kontra didunia ini? Jika bukan kesempurnaan, maka apa arti dari semua pertentangan yang ada? Lagi-lagi kita harus bertanya tentang banyak hal, setelah kita cukup dibingungkan dengan arti hidup itu sendiri. Tapi, setiap pertanyaan tentunya memiliki jawaban dan setiap jawaban memiliki ruas-ruas yang berbeda, seperti pertanyaan itu sendiri yang datang dan hadir dari ruas yang berlainan.

Bukan… bukan jawaban yang dicari dalam tulisan ini, tapi tulisan ini hanya ruas, bukan ruang juga bukan koma dan titik, hanya ruas yang artinya adalah bagian yang sulit untuk dipahami, persetan dengan kalian yang terlalu mempersoalkan sebuah definisi.

Seperti halnya para filsuf yang bekerja karena kontradiktif yang ada, bahkan bisa saja kata kontradiktif itu memang sengaja dilahirkan oleh seorang filsuf untuk menentukan pencariannya tentang suatu makna. Maka, kita pun harus bertindak dengan metode yang sama, mencari makna dari kotradiktif itu sendiri. Ingat, makna bukan definisi, karena makna lebih berarti dari sekedar definisi.

Ketika kamu membaca tulisan ini, berarti ada yang mendorong kamu untuk membaca, dan ketika tidak ada dorongan maka kamu tentu saja tidak akan membaca tulisan ini. Stop! Kita garis bawahi pada kata membaca dan tidak membaca. Dari kedua kata itu muncul sebuah kontradiktif yang berarti pula pertentangan. Lalu, dari pertentangan itu kita mendapatkan sebuah simpul pada kata dorongan, kata dorongan itu adalah yang mempertemukan membaca dan tidak membaca. Apa makna yang kita dapat dari contoh tersebut? Sebuah pertentangan atau kontradiktif selalu memiliki titik temu dan titik temu itulah yang kemudian membagi antara A dan B, begitu pula pada kasus keindahan dan kehancuran pastinya memiliki titik yang memecah dan mempersatukan keduanya. Lantas?

Iklan
Kategori:babble
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: