Beranda > babble > Raja dan Rakyat

Raja dan Rakyat

“Aku tidak tahu kelak aku akan bisa kembali menduduki takhta Majapahit,” berkata Jayanegara untuk dirinya sendiri.

“Jika aku bisa kembali, pada suatu ketika kelak, aku akan menyempatkan secara khusus untuk mengunjungi dan memberikan perhatian kepada pedukuhan (perkampungan) ini. Bukan hanya pedukuhan ini, tetapi juga kehidupan segenap kawula Majapahit. Semua harus mendapatkan perhatian,” lanjut Jayanegara, Maharaja Majapahit yang terusir dari istana, ketika terjadi kudeta yang dipimpin oleh Rakunti. — Langit Kresna H (Gajah Mada : 2004)

Dalam pelariannya ini, Jayanegara diselamatkan oleh kecerdikan Gajah Mada beserta pasukan Bayangkara (pengawal istana) yang dipimpinnya, dari ancaman pemberontak Rakunti yang ingin membunuh Jayanegara, hingga tidak ada lagi yang menggangu kuasanya menduduki tahta Majapahit. Jayanegara disembunyikan dipelosok perkampungan di wilayah Majapahit oleh pasukan Bayangkara, dan pada saat-saat inilah sang raja yang terusir tahu, bagaimana kondisi rakyatnya, kemiskinan, menyadari kekurang peduliannya selama ini terhadap rakyatnya. Ia terharu, ketika rakyatnya mati-matian melindunginya dalam persembunyian, padahal selama Ia menjadi raja, mereka tidak pernah Ia layani dengan baik.

**

Raja dalam sebuah kerajaan adalah sebuah jabatan turun-temurun, kalau tidak ayah menurunkan kepada anaknya, maka biasanya raja baru adalah pilihan dari raja sebelumnya, adanya pola putra mahkota juga pangeran. Otoritas negara atau kerajaan ada ditangan istana, kebijakan maupun sistem keseluruhan negara, dari ekonomi hingga budaya dipengaruhi oleh kehendak istana. Raja adalah titisan dewa, ia adalah orang yang patut disembah setelah dewa.

Gambaran diatas adalah sejarah (sejarah : segala hal yang tercatat dari peristiwa masa lalu); Saat ini sistem negara sudah berubah, lewat proklamasi 1945, berdirilah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dengan presiden sebagai kepala negaranya, dan parlemen sebagai yang mewakili aspirasi rakyat. Kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara diharuskan mengintregrasikan diri, NKRI – inilah yang sesungguhnya dicita-citakan Gajah Mada dengan sumpah palapanya.

Dengan mengusung asas demokrasi, negara ini dijalankan, ditandai dengan kelengkapan perangkatnya dari eksekutif, legislatif hingga kebebasan pers, begitupun partai politik dan organisasi masyarakat ditumbuh kembangkan- rasanya, rakyat era Majapahit akan sangat iri melihat stuktur kelengkapan negara era kini.

Namun, dibalik perbedaan bentuk negara antara eranya Majapahit dan NKRI sekarang, bagaimana hubungan kepala negara (pemerintah) dengan rakyatnya? Apakah tidak adalagi Jayanegara-Jayanegara baru? Sidang pembaca yang berhak menjawabnya.

Iklan
Kategori:babble
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: