Beranda > Writing in Print Media > Media Kampus

Media Kampus

Oleh : Deni Andriana

KAMPUS sebagai miniatur negara, yang didalamnya berisikan tatanan dan perangkat layaknya sebuah negara, belumlah komplet jika di dalamnya tidak ada media massa.

Media, atau pers dalam sebuah negara, memiliki posisi yang signifikan dalam proses pembangunan dan kehidupan masyarakat. Posisi ini semestinya diperankan di kampus, sebagai miniaturnya negara.

Pers memiliki fungsi-fungsi yang memang harus dijalankan. Di antaranya, fungsi informatif, edukatif, hiburan, dan kontrol sosial. Pers kampus juga menjalani fungsi-fungsi ini.

Fungsi informatif, pers kampus menjadi sarana untuk menyampaikan informasi-informasi kepada khalayak kampus, dari birokrat, dosen sampai mahasiswa. Informasi biasanya terkait dengan dunia kampus.

Fungsi edukatif dalam pers kampus memiliki makna bahwa pers kampus menjadi ruang belajar. Mulai dari belajar tentang media massa dan berorganisasi.

Fungsi hiburan harus diperankan oleh media kampus. Adapun format hiburan yang disuguhkan tentunya harus tetap mempertimbangkan aspek-aspek normatif dalam sebuah kampus.

Fungsi kontrol sosial, dibutuhkan dalam melakukan upaya-upaya pelurusan terhadap hal-hal yang dinilai menyimpang. Misalnya, ketika ada gosip yang beredar dan mengakibatkan kericuhan, media kampus harus meluruskan sesuai data dan fakta yang sebenarnya.

Dari empat fungsi itu, mana yang tidak dibutuhkan dalam dunia kampus? Empat fungsi yang lazimnya dijalankan oleh media kampus yang dipaparkan di atas adalah sebuah landasan bahwa kampus membutuhkan media.

Bentuk media

Banyak pilihan yang dapat diambil, dengan dua kategori: cetak dan elektronik. Kategori cetak, di antaranya, surat kabar (koran), majalah, news letter, majalah dinding, dsb. Kategori elektronik, di antaranya radio, televisi, film, dan website.

Baik kategori elektronik maupun cetak, tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan satu sama lain, terutama dalam ruang kampus. Media-media terbitan kampus yang kini kebanyakan ada, umumnya berbentuk cetak dari mulai majalah, koran/tabloid sampai buletin dan newsletter. Inilah umumnya yang dikelola oleh persma (pers mahasiswa) maupun lembaga-lembaga lain di kampus, untuk mempublikasikan karya ataupun informasinya.

Di samping itu, format elektronik berbentuk website menjadi pilihan lain yang kebanyakan dikelola. Selain lebih praktis dari segi pengelolaan dan pengemasan, format cetak dan pilihan website biasanya didasari oleh fasilitas yang dimiliki di masing-masing kampus.

Bagaimana dengan radio dan televisi yang kemudian disebut radio kampus atau TV kampus yang merupakan kategori media elektronik?

Banyak faktor yang melatarbelakangi tidak terjamahnya radio kampus maupun TV kampus oleh pengelola media di kampus pada umumnya, diantaranya tidak tersedia fasilitas yang mendukung, minim SDM yang mampu mengelola, dan tidak ada fakultas atau jurusan yang berkaitan dengan bidang komunikasi ataupun media.

Keberadaan media kampus didasari oleh sebuah kesadaran akan pentingnya sebuah media untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan civitas kampus. Proses kesadaran ini menjadi sebuah agenda panjang yang harus dibangun menjadi sebuah keinginan membuat dan menerbitkan media maupun keinginan untuk membaca media yang ada.

Bangunan kesadaran yang berangkat dari kebutuhan ini harus diupayakan bersama, baik oleh pengelola media yang sudah ada maupun oleh pihak terkait seperti dosen, aktivis mahasiswa mapun pihak pengelola kampus.

Akan tetapi, harus disambut dan diapresiasi sebagai bentuk kreativitas dan sarana pemenuhan kebutuhan civitas kampus dalam hal, informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta pembinaan. Jika tidak, bersiaplah untuk menghasilkan SDM-SDM “buta media” di lingkup negara yang lebih nyata selepas menghuni kampus (miniatur negara).

(Dimuat dalam Rubrik Literasi – Suplemen Kampus Pikiran Rakyat – Kamis 9 Agustus 2007)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: