Beranda > babble > Bedanya Petani, PKL dan Selebritis dalam Proses Hukum Di Sebuah Negeri Bernama Negeri Api

Bedanya Petani, PKL dan Selebritis dalam Proses Hukum Di Sebuah Negeri Bernama Negeri Api

Di sebuah negeri katakanlah Negeri Api, di Kota K, suatu waktu seorang petani melapor ke polisi bahwa Ia dipukuli oleh gerombolan preman yang disinyalir adalah anak buah tengkulak gabah, yang disinyalir juga merasa kesal dengan si petani tersebut karena tidak mau menjual hasil panennya kepada si tengkulak dengan harga sesuai ketentuan tengkulak.

Di kantor polisi, ternyata si petani tidak sendiri, karena disana ada juga yang tengah mengadu kasus pemukulan, yakni seorang pedagang kaki lima (PKL), yang mengadu karena dipukul oleh petugas saat razia pedagang kaki lima.

Mengingat waktu sudah malam, maka pengaduan keduanya pun di persingkat, supaya keduanya memiliki kesempatan untuk mengadu. Setelah panjang lebar si kedua korban itu membeberkan pengaduannya, maka dipersilahkan lah pulang dan disuruh menunggu kabar selanjutnya. Diproses dulu, katanya.

Satu hari, seminggu dan satu bulan, tidak ada kabar, sayangnya kedua si pengadu ini pun tidak menanyakan ulang ke kantor polisi, mereka berdua hanya menunggu di rumahnya masing-masing sesuai permintaan petugas saat pengaduan. – slogannya “semua ada prosesnya, jadi mohon bersabar untuk mengikuti proses tersebut!”

Masih di Negeri Api, kali ini di Kota J, seorang pengusaha muda mengadu bahwa Ia telah dipukuli oleh sekelompok preman, yang disinyalir adalah suruhan dari seorang artis terkenal.

Tidak sampai hitungan hari, kantor polisi pun menjadi ramai dari biasanya. Bahkan, tidak sampai satu minggu kasus pun ditangani oleh kantor yang levelnya lebih tinggi. Si pihak pengadu pun tidak harus menunggu sehari, seminggu atau bahkan sebulan untuk menunggu pelaku yang Ia tuduh, untuk mendekam di sel dan bahkan menjadi buah bibir ‘masyarakat.’ – slogannya : “Hukum harus dijalankan dan kebenaran harus ditegakkan!”

Itulah cerita dari kunjungan saya ke Negeri Api, yang berbatasan dengan Negeri Air. Semoga cerita dua perbedaan dari proses hukum itu (kalo tidak dibilang diskriminasi), tidak terjadi di negeri saya, Indonesia tercinta ini! Amien….

Iklan
Kategori:babble
  1. audi
    Oktober 20, 2009 pukul 4:08 am

    good…good!!! aku yo turut prihatin kok dengan negeri api tersebut( kok nggak terus terang aja… takut kayak prita ya..)

  2. Jie
    April 9, 2010 pukul 4:41 pm

    ketemu avatar ma pangeran zuko gak kang? ajak-ajak dong kalo mao maen ke kerajaan tanah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: