Beranda > Reviews > Kontroversi Nobel Perdamaian 2010 untuk Liu Xiaobo (China)

Kontroversi Nobel Perdamaian 2010 untuk Liu Xiaobo (China)

Foto Liu XiaoboMedia Pemerintah China, Sabtu (9/10), menyepelekan keputusan Komite Nobel yang memberikan penghargaan Nobel Perdamaian 2010 untuk Liu Xiaobo, pembangkang yang dipenjara. Sebaliknya, para pembela hak asasi manusia (HAM) merayakan penghargaan tersebut.

Saat komunitas aktivis memuji putusan itu sebagai memberi sejumlah harapan bagi pembangkang China lainnya, polisi menahan puluhan pendukung Liu saat mereka berkumpul untuk bersulang atas penghargaan itu, Jumat malam, kata jaringan HAM yang berbasis di Hongkong. “Saat beberapa orang telah berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil untuk merayakan peristiwa penting itu, beberapa lusin pendukung Liu, terutama aktivis dan pembangkang, telah diciduk dan dimasukkan ke dalam penahanan,” kata Chinese Human Rights Defenders dalam sebuah surat elektronik.

Pemberian penghargaan itu dikutuk oleh media Pemerintah China. Global Times mengatakan, Komite Nobel telah membuat malu dirinya sendiri dan menduga bahwa hadiah perdamaian telah terdegradasi menjadi alat politik yang melayani tujuan anti-China. “Komite Nobel sekali lagi menampilkan kesombongannya dan berprasangka terhadap sebuah negara yang telah membuat kemajuan ekonomi dan sosial yang paling luar biasa dalam tiga dekade terakhir,” kata editorial koran itu dengan mengacu pada Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan yang memenangi Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1989.

“Tak satu pun dari kedua orang itu yang memberikan kontribusi bagi perdamaian China dan pertumbuhan dalam beberapa dekade terakhir,” kata harian berbahasa Inggris tersebut.

Berita bahwa Liu—yang berulang kali Beijing mengecapnya sebagai kriminal menyusul hukuman penjara 11 tahun terhadapnya pada Desember tahun lalu atas tuduhan subversi—dianugerahi Nobel Perdamaian 2010 dilaporkan di media resmi pemerintah berbahasa China. Namun, laporan itu disampaikan melalui reaksi marah pemerintah terhadap keputusan tersebut.

Pencarian di internet dengan menggunakan kata kunci “Nobel Perdamaian” dan “Liu Xiaobo” tidak memberikan hasil di portal China Sina dan Sohu. Sementara pencarian serupa pada Weibo, sebuah layanan mirip Twitter, juga tidak menampilkan apa-apa.

Beberapa pengguna internet bisa mendapat informasi yang luput dari sensor ketat tentara dengan tidak menyebutkan nama Liu dalam postingan mereka di Weibo. “Seorang warga China memenangi Hadiah Nobel Perdamaian 2010,” kata seorang pengguna internet.

Seorang pengguna yang lain menggambarkan penghargaan itu sebagai “hadiah dinamit 8 Oktober” dan menayangkan foto Liu dan rincian tentang penahanannya. Pencarian di mesin pencari China, Baidu, menampilkan reaksi pemerintah atas hadiah perdamaian itu dan laporan sebelumnya tentang penulis 54 tahun yang dipenjara tersebut.

Berita Jumat sore di China Central Television tidak melaporkan kabar tentang Liu. Televisi itu membuka laporannya dengan sebuah berita tentang banjir di Pulau Hainan sementara siaran tentang Liu oleh jaringan televisi internasional CNN dan TV5 Perancis diblokir pemerintah. Pesan teks yang dikirim dengan berisi nama lengkap Liu Xiaobo tampaknya diblokir, demikian menurut beberapa tes dilakukan koresponden AFP.

Iklan
Kategori:Reviews Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: