Beranda > Reviews > Siswi Korban Sewa Gadis Ini Jadi Germo

Siswi Korban Sewa Gadis Ini Jadi Germo

Kasus penyewaan gadis di Minahasa Selatan kembali terjadi. Lebih miris lagi, kali ini yang menjadi germo adalah siswi sebuah sekolah kejuruan ternama di Amurang, berinisial MF.

Cerita soal perdagangan manusia yang melibatkan gadis-gadis belia ini memang tak asing buat MF. Dia diketahui merupakan korban dari heboh kasus penyewaan ABG sekolah di Minahasa Selatan (Minsel) lalu bersama AR, yang melibatkan Vidi, sosok yang menyuplai gadis pelajar dan ABG ke sejumlah pejabat.

MF diamankan oleh Polsek Amurang pada Kamis (21/10/2010) sekitar pukul 17.00 Wita di rumahnya. Polisi sudah mencurigai gerak-geriknya selama dua minggu terakhir sebelum menangkapnya.

“MF ini korban yang lalu bersama AR. Namun, sekarang dia malah menjadi semacam germo,” ujar Ajun Komisaris Mohamad Kamidin, Kapolsek Amurang, kepada Tribun, Jumat (22/10/2010).

Dari keterangan MF kepada polisi Polsek Amurang, dia diketahui bersama IK, karyawan sebuah pertokoan di Minsel, menyewakan R (19) yang merupakan teman dekat MF sebanyak tiga kali berturut-turut kepada para hidung belang.

Awalnya, MF mengatakan kepada R yang juga mantan alumni siswi sekolah di tempat MF bahwa dia punya proyek. Bila R mau, maka akan dia akan mencarikan “konsumen”.

Kemudian MF menghubungi IK agar mencari konsumen hidung belang sebab R mau asal dapat bayaran. “Lalu IK mencari hidung belang atas permintaan MF untuk menyewa R. Malah kata IK, dirinya akan mencarikan pelanggan pada R seorang bos pada pertokoan,” ujar Kamidin.

Namun, bukan seorang bos pertokoan, IK dan MF malah menyewakan R kepada seorang pria berinisal Aba seharga Rp 200.000 pada Senin (18/10/2010).

“MF mengantar R kepada si Aba, lalu akunya mereka bermain di pasir-pasir di sekitaran Desa Kilotiga. R kemudian dibayar Rp 200.000 dan si MF dapat imbalan Rp 50.000,” ujar Kamidin.

Kamidin melanjutkan, pada Selasa (19/10/2010), MF kembali mencarikan pelanggan buat R dengan pria bernama Hasan. “Hari Selasa kembali R disewakan kepada Hasan seharga Rp 100.000 dan bermain di sekitaran kompleks pekuburan Ranoyapo,” ungkap Kamidin.

Pada Rabu (20/10/2010), MF kembali mencarikan pelanggan buat ibu satu anak, yang suaminya pergi ke Kalimantan ini, kepada pria berinisial NN yang merupakan karyawan PLTU Moinit seharga Rp 150.000.

“Kali ini R bermain di penginapan Hotel Mini Amurang Indah dengan NN, karyawan PLTU Moinit. R lalu dibayar Rp 150.000, dan Rp 50.000 disetor kepada MF sebagai upah mencari penyewa,” tutur Kamidin.

Sementara itu, MF saat ini sudah mendekam di tahanan Polsek Amurang bersama IK. “Mereka akan dijerat UU Trafiking Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 2,” ujar Kamidin.

Bahkan, si IK akan dikenakan lagi UU perlindungan anak karena dengan terbongkarnya kasus ini dan dia diperiksa oleh polisi, IK ternyata juga mengaku bahwa selama dua tahun pernah melakukan hubungan dengan S, siswi yang masih duduk di bangku SMP, selama lebih kurang dua tahun terakhir.

“Khusus IK, kami juga akan jerat dengan UU perlindungan anak karena melakukan hubungan dengan S selama dua tahun terakhir ini sebab S masih duduk di bangku SMP,” pungkas Kamidin. (Tribun Manado)

Kategori:Reviews
  1. Oktober 25, 2010 pukul 5:33 am

    lagi lagi traficking, susah terbongkar emang.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: