Beranda > Reviews > Faktor Penyebab Seseorang Gagal Saat Wawancara (Interview) Kerja

Faktor Penyebab Seseorang Gagal Saat Wawancara (Interview) Kerja

Sebelumnya, saya sudah uraikan beberapa tips untuk mempersiapkan diri untuk wawancara (interview) kerja. Dan berikut saya akan uraikan apa saja faktor penyebab gagalnya seseorang dalam wawancara kerja. Mudah-mudahan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi anda yang gagal namun tetap memiliki sikap optimis. Atau, mungkin ini juga berguna bagi anda yang baru pertama kali akan menghadapi wawancara kerja, sehingga anda bisa menghindari kesalahan yang dapat membuat peluang anda hilang.

Berikut Faktor Penyebab Seseorang Gagal Saat Wawancara (Interview) Kerja seperti yang diuraikan oleh Vivanews dot com :

Penampilan tidak sesuai

Wawancara kerja sebenarnya dimulai saat memasuki kantor, jadi perusahaan tidak hanya akan menilai keahlian tetapi juga cara berpakaian Anda.

Karenanya, sebelum mengikuti wawancara, cari tahu dress code yang berlaku di perusahaan tersebut untuk memberi kesan positif. Jika Anda tidak tahu dress code perusahaan, pilihlah pakaian warna netral dengan rok pensil atau celana panjang.

Masalah gaji

Di antara kesalahan terbesar kandidat karyawan adalah mereka tidak mampu mengungkapkan keahlian dan tawaran positif yang bermanfaat untuk perusahaan. Alih-alih memfokuskan diri pada tanggung jawab mereka nantinya, mereka malah lebih ingin tahu mengenai gaji.

Berbicara banyak soal gaji, membuat manajer HRD menganggap Anda sebagai orang yang mengejar gaji tinggi.

Sombong

Banyak calon karyawan menyangka bahwa HRD tidak berkaitan langsung dengan atasan mereka. Tetapi perusahaan mempekerjakan HRD yang profesional di bidang keahlian mereka sendiri. Bersikap sombong dan arogan pada manajer HRD tidak akan membantu Anda memperoleh pekerjaan.

Berpikir klise

Jika Anda berpikir telah menguasai dan menghafal semua jawaban dan berperilaku baik pada manajer HRD selama wawancara, sedikit kemungkinan Anda akan lolos dari wawancara.

Jawaban buatan serta pidato membosankan menunjukkan Anda tidak dapat berpikir cepat dan kritis. Tentu saja, mereka akan mengajukan pertanyaan yang membingungkan dan membuat Anda menjawab jujur dan spontan.

Kurang percaya diri

Perusahaan tidak mencari seorang calon karyawan yang pemalu dan tanpa ambisi. Jika Anda tidak dapat mengatakan kontribusi terhadap perusahaan, hal ini tidak akan menguntungkan karena Anda dianggap tidak akan peduli pada pekerjaan Anda nantinya.

Saat ditanya mengenai pekerjaan sebelumnya, cobalah tidak menggunakan kata ganti ‘kita’ atau ‘kami’. Fokuskan pada prestasi profesional pribadi Anda.

Tidak mengerti sejarah perusahaan

Hal terakhir yang penting sebelum wawancara adalah mengetahui sejarah dan budaya perusahaan. Saat wawancara, akan sangat merugikan apabila Anda tidak mengetahui berapa lama perusahaan telah berdiri, bergerak di bisnis apa serta siapa pesaing utama dalam bisnis tersebut.

Iklan
Kategori:Reviews
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: